Narkoba adalah narkotika atau obat bahan berbahaya. Selain “obat”, istilah lain yang diperkenalkan secara khusus oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah obat “narkotika, obat psikotropika, dan zat adiktif”.

Semua istilah ini, baik itu “obat” atau “obat” merujuk pada sekelompok zat yang umumnya berisiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut bukupedia.co.id, obat-obatan tersebut sebenarnya adalah obat-obatan psikotropika yang biasanya digunakan untuk membuat mati rasa pasien ketika mereka membutuhkan pembedahan, atau untuk mengobati penyakit tertentu. Tetapi sekarang persepsi ini disalahgunakan karena penggunaan yang telah melampaui batas dosis.

Narkoba adalah narkotika obat atau bahan berbahaya. Selain “obat”, istilah lain yang diperkenalkan secara khusus oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah obat “narkotika, obat psikotropika, dan zat adiktif”.

Narkoba

Narkoba

Dampak Narkoba

Dampak Narkoba ketika disalahgunakan sebagai singkatan dari kata (OBAT: narkotika dan obat-obatan / zat berbahaya) sangat berbahaya bagi manusia. Obat-obatan dapat membahayakan kesehatan manusia, baik secara fisik maupun emosional, dan perilaku pemakainya.

  1. Berat badannya akan turun drastis.
  2. Matanya cekung dan merah.
  3. Wajahnya pucat.
  4. Bibirnya menjadi hitam.
  5. Tangannya ditutupi bintik-bintik merah.
  6. Buang air besar tidak lancar, besar dan kecil.
  7. Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas.

Jenis-Jenis Narkoba

Berikut Ini Merupakan Jenis-Jenis Narkoba.

1. Opiat

Diakui sebagai narkotika, itu adalah bahan yang digunakan secara medis untuk membantu Anda tertidur atau mengurangi rasa sakit, tetapi memiliki potensi kecanduan tinggi. Beberapa opiat seperti opium, morfin, heroin, dan kodein diekstraksi dari jus pop yang ditemukan di atau berasal dari negara-negara Timur Tengah dan Asia, sedangkan jenis opium lainnya seperti metadon adalah kurma sintetik. imitasi.

2. Ganja

Tanaman yang dibudidayakan menghasilkan serat, tetapi lebih dikenal karena kandungan narkotika dalam biji, tetrahydrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol), yang dapat menyebabkan euforia pada pemakainya (kesenangan jangka panjang tanpa alasan).

3. Amfetamin

Amfetamin atau amfetamin atau alfa-metil-fenetilamin atau beta-fenil-isopropilamin atau amfetamin adalah stimulan (hanya tersedia dengan resep) yang biasanya hanya digunakan untuk mengobati gangguan hiperaktif karena kurangnya perhatian atau gangguan defisit (Attention and Hyperactivity (ADHD)) Orang dewasa dan anak-anak. Juga digunakan untuk mengobati gejala cedera otak traumatis dan gejala kantuk di siang hari yang terkait dengan narkolepsi dan sindrom kelelahan kronis.

4. Kokain

senyawa sintetis yang memicu metabolisme sel dengan sangat cepat. Kokain adalah alkaloid yang diperoleh dari tanaman coca erythroxylon dari Amerika Selatan. Daun biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk memiliki “efek stimulasi”.

5. Alkohol

minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di banyak negara, penjualan minuman beralkohol terbatas pada sejumlah orang, umumnya orang yang telah mencapai usia tertentu.

Sekian artikel tentang Pengertian Narkoba, Dampak dan Jenisnya semoga bermanfaat.

Baca Juga: